Kebun Tjeri menampilkan suasana yang mana sedang terjadi perubahan, dan para kritisi menyebutkan ini sebagai tonggak batas waktu peralihan, dimana penulis menunjukkan masa depan yang penuh harapan dan mengucapkan selamat tinggal pada masa lampau yang penuh keprihatinan.
"Cinta adalah Perangkap. Ketika ia muncul, kita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya." Setelah bertemu kembali dengan cinta pertama yang sudah sebelas tahun berpisah, di tepi sungai Piedra cinta mereka sekali lagi dihadapkan pada pertanyaan penting kehidupan. Dan akhirnya mereka menemukan Jalan.
Roman Sukreni Gadis Bali mendesakkan pembaca ke tengah kehidupan rakyat bawah di medan kasta terendah. Karma dibuktikan keberadaannya dalam cerita. Manusia sebagai tokoh tak bisa mengelak dair karma. Lihatlah apa yang terjadi pada Men Negara: siapa memanggil angin akan menuai badai
Entah takdir atau bukan, Linda berkenalan dengan Frans. Cowok usil plus kocak yang membuat hari-harinya menjadi indah. Duh, hati Linda telah tertambat pada Kris. Sementara itukebetulan demi kebetulan mengiringi persahabatan Linda dan Frans. Linda juga menyadari kalau sebenrnya ia .. harus mengakui siapa bilang aku suka kamu?
Apalah arti memilik, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami? Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan? Apalah arti cinta, ketika menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?
Rahmat menyesal dan meminta maaf kepada Lastri karena keputusannya untuk berpindah ke Janadriyah, Riyadh, malah berbuah petaka. Sementara Lastri hanya menangisi kontraksi perutnya yang semakin hebat. Ia lalu dilarikan ke rumah sakit Dallah, Rahmat menatap layar ponsel dengan gambar Baitullah di wallpapaernya. Ia merutuk dan menyalahkan dirinya sendiri: "Andai saja waktu itu aku enggak pindah, k…
Tugas semakin sulit dalam suasana Jepang yang memanas karena perang saudara. Namun, keteguhan seorang samurai sejati telah mengalir dalam darah Jack. Tidak ada kata putus asa dalam kamusnya. Dibantu dua sahabat Jepangnya, akankah Jack berhasil melaksanakan semua misinya?
Kisah cinta dalam novel ini menawarkan sudut pandan yang berbeda soal klasik cinta, yakni harapan dan kenyataan